Nama : Moh Asrul Wahid
Nim : 180110301089
Tugas : Ringkasan buku Sutan Alisjahbana halaman 13-32
1.      Proses menilai dan nilai-nilai
            Dalam mengahdi alam sekitarnya manusi didorong untuk membuat hubungan dengan almnya, manusia menilai benda-benda dan kejadian yang beragam di sekitarnya. Yang membedakan manusia dengan hewan adalah besarnya kebebasan memilih yang dimiliki manusia dibandingkan dengan hewan yang terbatas. Karena proses penilaaian yang terus menerus manusia dapat menciptakan kebudayaan. Manusia bersifat terbuka, sehingga kebudayaan yang dimilki manusia sering kali berubah-ubah.
            Proses penialaian itu mengetahui ala sekitar, yaitu menentukan objektif identitas  benda-benda dan kejadian-kejadian, kita menghadapi proses penilaian proses penilaian teori yang mengarah ke pengetahuan yang kita sebut nilai teori. Jika tujuan adalah memakai benda-benda dan kejadian-kejadian kita menghadapi penilaian ekonomi, yang berlaku menurut logika efesisensi dan menuju kearah guna yang sebsar-besarnay untuk hidup dan kesenanganhidup, yaitu nilai ekonomi atau kegunaan. Kombinasi antara nilai teori dan nilai ekonomi yang senanantiasa maju disebut aspek progresif dari kebudayaan.
            Manusia saling menilai, dalam hubungan kekuasaan dan solidaritas. Dalam proses penilaian kuasa yang dituju kekuasaan, yaitu kita merasa puas jika orang lain melakukan nilai-nilai  dari kita. Dengan proses penilaian solidaritas, kita tiba dalam hubungan cinta, persahabatan, simpati dengan sesama manusia, yaitu kita menghargai mereka sebagai individu atau golongan dengan kemungkinan-kemungkinanya sendiri dan sendiri puas jika dapat membantu dalam perkembangan kemungkinan-kemungkinan mereka.
2.      Berhubungan proses penilaian dan etik
Penialain bukan hanya proses kebudayaan, nilai bukanhanya inti dari benda-benda kebudayaan tetapi proses penilaian dan nilai-nilai adalah tenaga integrasi pribadi maupun masyarakat. Penilaian dan nilai yang berkuasa adalah tenaga yang menentukan konfigurasi proses penilaian dan nilai pribadi pribadi serta masyarakat. Penilaian yang berkuasa yaitu norma-norma yang tertinggi atau etik dari seluruh konfigurasi, baik dalam bentuk pribadi maupun dalam bentuk masyarakat.
Pribadi adalah suatu sistem proses penilaian atau nilai pada seorang individu yang diintegrasiakan, diorganisasikan, oleh tujuan, logika dan kenyataan daripada proses penilaian atau nilai yanng menjadi proses pribadi. Kelakuan tiap pribadai mendapat tujuan, norma dan organisasi untuk pertumbuhannya yang berbeda dari kelakuan individu yang lain, etik yang berpusat apda kata hati itu disebut etik autonom.
Berbeda dengan hewan, yang merupakan masyarakat alam. Manusia yang disebut individu memiliki dua sifat, pertama sebagai pribadi yaang beretik autonom, dan kedua sebagai anggota masyarakat yang beretik heteronom. Etik autonom itu berpusat di kata hati tiap-tiap orang. Sebalikny aetok heteronom itu terletak atau terjelama dalam adat istiadat, kebiasaan, dan undang-undang inilah yang mengatur individu-individu dalam masyarakat.
Etik pribadi dan etik masyarakat memiliki jarak. Individu mesti tunduk pada sistem norma, yaitu yang berpusat dalam kata hatinya dan yang tersimpul dalam adat istiadat, kebiasaan dan hukum masyarakat.
3.      Kebudayaan asli
Kebudayaan asli Indonesia, sebelum kedatangan India sudah bermacam-macam, adalah hasil pertumbuhan sejarah yang berbeda-beda di berbagai pulau yang ada di Indonesia. Ada 250 lebih bahasa dan dialek yang berbeda-beda, dari sini terlihat perbedaan yang nyata antara lingkungan hukum adat yang satu dengan yang lain. Tapi, meski banyak perbedaan-perbedaan di antara kebudayaan tersebut, hakekatnya sama diantara banyaknya kebudayaan tersebut nyatanya dapat di kelompokan kedalam kebudayaan yang sama.
bangsa Indonesia dalam sejarahnya sebelum kedatangan India, sduah mempunyai cara berpkir yang kompleks, yaitu bersifat keseluruhan dan emosional, sangat didasarkan pada persaan. Dalam kehidupan masyarakat kedudukan yang paling pentinng adalah nilai agama.  Kepercayaan kepada roh-roh dan hal-hal ghaib meresapi seluruh kehidupan, baik individu maupun masyarakat. Pikiran tertuju bagaimana mendapat pertolongan ari roh-roh yang baik dan menghindarkan dari roh-roh yang jahat.